contoh essay singkat tema organisasi




 
selamat datang! ini adalah postingan pertama saya. essay dibawah adalah essay yang saya buat untuk memenuhi tugas ospek. selamat membaca!








Hasil gambar untuk thinking icon


 Aktif Berorganisasi Membantu Pola Berpikir Mahasiswa


            Universitas, Ikatan Dinas, dan Sekolah Tinggi adalah jenjang tertinggi untuk menuntut ilmu sebelum akhirnya terjun ke dunia kerja. Tentunya dunia pekerjaan menuntut seseorang untuk memiliki  wawasan yang luas. Tak hanya dibutuhkan wawasan yang luas dalam bidang yang ditekuninya, namun juga dibutuhkan kemampuan bersosialisasi kuat.
Wawasan yang mumpuni dalam bidang yang akan ditekuni sudah pasti telah dipelajari secara formal selama masa perkuliahan, lain hal nya dengan kemampuan bersosialisasi. Kemampuan ini tidak bisa didapat secara instan, diperlukan segudang pengalaman agar seseorang memiliki kemampuan bersosialiasi yang mumpuni. Maka dari itu,tugas para mahasiswa adalah mencari pengalaman sebanyak – banyaknya selama masa perkuliahan.   
            Pengalaman – pengalaman tersebut bisa didapat dari mana saja. Namun, wadah yang paling tepat untuk bersosialisasi adalah ‘organisasi’. Di dalam organisasi terdapat sekumpulan orang dengan tujuan,visi dan misi yang sama. Mereka saling bekerja sama untuk melaksanakan cita cita organisasi mereka,ataupun sekedar melakukan aktivitas yang disukai bersama-sama. Apapun kegiatannya,setiap orang yang tergabung dalam organisasi tersebut sudah pasti terlibat dalam proses bersosialisasi.
            Terdapat banyak jenis organisasi mahasiswa di kampus, Namun secara garis besar organisasi ini dibagi menjadi organisasi intra kampus, organisasi ekstra kampus, unit kegiatan mahasiswa atau unit kegiatan khusus, dan komunitas. Menurut Wikipedia, organisasi mahasiswa adalah organisasi yang beranggotakan mahasiswa untuk mewadahi bakat, minat dan potensi mahasiswa yang dilaksanakan di dalam kegiatan kampus dan ekstra kurikuler.
            Pada umumnya, di setiap universitas terdapat berbagai macam orang dengan karakter yang berbeda beda karena berasal dari latar belakang tempat tinggal, keluarga, dan bahasa yang berbeda. Dari perbedaan-perbedaan tersebut terbentuk karakter yang berbeda pula. Hal itu menjadi tantangan bagi setiap mahasiswanya untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Tidak ada satupun mahasiswa yang bisa menetap di suatu tempat tanpa beradaptasi, karena sudah menjadi fitrah manusia yang merupakan makhluk sosial untuk saling berinteraksi.
            Untuk mempermudah proses adaptasi, seseorang seharusnya memiliki pola pikir yang terbuka dan juga mental yang kuat. Kedua hal tersebut bisa didapat dari pengalaman berorganisasi. Dalam berorganisasi, seseorang dituntut untuk dapat bekerja sama antar satu sama lain untuk mendapat hasil yang diinginkan. Seseorang juga dituntut untuk memiliki pemikiran yang terbuka agar dapat menerima kritik serta saran dari orang lain serta dapat mengambil keputusan secara logis.
            Tentang manfaat berorganisasi ini, saya sudah merasakannya. Saya adalah tipe orang yang pemalu, cenderung tertutup, kurang bertanggung jawab dan kurang pengendalian diri. Hal tersebut menjadi penghambat bagi saya untuk beradaptasi dan bersosialisasi. Suatu saat, saya memutuskan untuk bergabung dalam ekstrakurikuler di sekolah saya. Saat pergantian jabatan, tiba – tiba saya ditunjuk oleh kakak kelas untuk menggantikan posisinya sebagai ketua ekstra kurikuler. Saat itu saya yang tidak memiliki jiwa kepemimpinan sempat dilanda kebingungan. Ingin dilanjutkan sebagai tantangan untuk memperbaiki diri, atau saya lebih baik mundur saja? Banyak hal-hal yang berkecamuk di pikiran saya. Namun di dalam hati saya, saya sangat ingin berubah menjadi pribadi dengan pengendalian diri dan softskill yang baik. Saya pun menerima tanggung jawab besar yang diberikan oleh kakak kelas saya tersebut.
            Pada masa-masa awal jabatan, saya sempat merasa ingin menyerah dan mundur dari posisi saya. Alasannya adalah saya sering merasa tidak cocok dengan beberapa orang anggota ekskul tersebut. Saya juga merasa lelah oleh banyaknya tekanan dari berbagai pihak yang menuntut agar saya segera menyumbangkan gagasan untuk kemajuan ekskul tersebut. Saat itu, saya yang notabenenya adalah seorang yang individualis merasa sangat kebingungan. Apa yang sebaiknya dibenahi dari ekskul ini? Langkah apa yang harus saya lakukan demi kemajuan ekskul? Mulai darimana sebaiknya saya? Dan banyak pertanyaan lainnya.
            Saya jadi lebih banyak merenung dan berpikir, hingga pada akhirnya terlintas pertanyaan-pertanyaan yang mengejutkan di benak saya. kenapa selama ini saya memikirkan semuanya sendiri? Mengapa saya tidak bermusyawarah dengan anggota ekskul lainnya? Saya pun segera memantapkan diri untuk lebih memperbanyak komunikasi dengan anggota ekskul. Hari-hari selanjutnya pun beban pikiran saya menjadi berkurang karena saya sudah tahu langkah apa yang seharusnya saya mulai. Saya pun menjadi pribadi yang lebih terbuka dan lebih komunikatif. Satu langkah perubahan tersebut juga membawa dampak positif bagi kehidupan sosial saya, khususnya ketika saya beradaptasi dengan lingkungan yang baru.
            Mulai saat itu, motto hidup saya adalah saya harus menjadi individu yang tidak takut untuk melangkah keluar dari zona nyaman dan memulai perubahan.

Komentar